Sabtu, 13 Agustus 2011

cerita: Silaturahim ke Calon Mertua

Tidak sebentar waktu yang digunakan untuk bisa meyakinkan orang tua tentang kebulatan niat saya untuk menikah sambil kuliah. Di mana sih ada orang tua yang ga khawatir sama masa depan anaknya? Semua orang tua pasti khawatir sama masa depan anaknya. "Kamu serius mau kuliah sambil nikah, nanti kuliah kamu gimana, biaya sehari-hari gimana?" Itu adalah respon wajar setiap orang tua saat anaknya memutuskan untuk kuliah sambil menikah. Justru yang aneh adalah ketika kita (khususnya laki-laki) minta kuliah sambil nikah tiba-tiba saja orang tua bilang "ya" tanpa nanya ini itu... kalau udah gitu kita mesti curiga. Jangan-jangan kita anak pungut... hehehe...

Singkat cerita, akhirnya turunlah restu dari kedua orang tua. Maka saat itu saya pun segera menyiapkan langkah berikutnya untuk menggenapkan setengah dien ini. Berkunjung ke rumah calon mertua. eng ing eng... dag dig dug... dag dig dug... dengan bermodal basmalah akhirnya saya berangkat ditemani temen ngaji. Temen sepengajian dari SMA dulu, sahabat saya Ridwan Ginanjar.

Waktu itu sekitar jam 8 pagi. Saya dan Ridwan pergi dari Bandung menuju kota hujan. Bogor. Selama perjalanan hati sudah deg-degan takut jantung ini copot di depan calon mertua. Berbagai kemungkinan sudah dibayangkan. "Hmmm pasti nanti ditanya ini... ditanya itu... euh... aduh...."

 Belum lagi nyasar di jalan... muter-muter di depok... nah bingung kan... kenapa ke bogor malah nyungsep di depok... jadi rumah istri saya itu bogornya di daerah parung, nah parung itu batasan sama depok... jadi ya pasti lewat depok dulu...

Setelah muter ke sana ke sini akhirnya sampailah saya ke daerah rumahnya. Dengan baiknya, ternyata calon mertua saya sudah nunggu dari tadi di depan gang rumahnya... Saking baiknya saya dan ridwan ternyata di jemput pake motor... aduh jadi ga enak... malu... ge er... si Bapak nyampe ngutus ojek segala... pokonya begitu sampai di sana saya diperlakukan dengan baik. Ridwan pun hanya kebingungan saja dengan kondisi saat itu.

Akhirnya saat itu pun tiba. Saatnya bagi saya untuk mengutarakan niat kedatangan saya. Dan eh... tanpa harus basa-basi rupanya si Bapak sudah faham maksud kedatangan saya dan langsung menyambut baik.... kaget kan? kok simpel ya? kok "gampang" ya? Iya, tentu saja... coba ingat kata Allah dalam Al Qur'an. "Allah tidak akan membebani manusia di luar batas kesanggupannya..." Jadi intinya adalah bukan sulit atau mudahnya karena sulit dan mudah itu relatif. Yakinlah bahwasanya segala sesuatu itu pasti bisa kita lakukan. Karena bila ada tantangan di depan mata pastilah tantangan itu adalah sesuatu yang bisa kita lakukan. Karena pada hakikatnya setiap cobaan yang datang pasti sebanding dengan  kapasitas dan kemampuan kita. Jadi kalau sudah faham dengan konsep ini maka permasalahannya bukan lagi bisa atau tidak, tapi berani atau tidak.

Masih ada satu hal lagi yang mengganjal perasaan saya. Penghasilan. Lelaki mana sih yang mau menikah tanpa menyiapkan yang satu ini. Jujur deh... kalau ente-ente para lelaki disuruh ngelamar pasti yang paling ente takutin ya faktor yang satu ini... pekerjaan alias maisyah. Saat itu saya sudah nyiapin bahan presentasi. Saat itu pekerjaan saya hanya proyekan2 yang sifatnya ga tetap alias nyambi... jadi kalau si bapak nanya seputar itu, ntar bakal dijawab begitu aja deh... bismillah... tapi ternyata apa yang terjadi sodara2? Dari awal datang sampai dengan panitan camerku (calon mertua) sedikit pun tidak membahas masalah itu. Dan akhirnya saya jadi mikir.... "kok bisa ya selancar ini... alhamdulillah..." Ternyata itulah hikmahnya... terkadang apa yang kita bayangkan jauh lebih menakutkan dari apa yang akan kita alami... itu hikmahnya... Lagian dengan sikap si Bapak yang begitu saya jadi teringat pada sebuah hadits

“Jika datang kepada kalian seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya (untuk meminang wanita kalian), maka hendaknya kalian menikahkan orang tersebut dengan wanita kalian. Bila kalian tidak melakukannya niscaya terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar. “ (HR.Tirmidzi: 1084)

Kok bisa terjadi fitnah yang besar? ya jelas lah jelas fitnah besar saat anak muda dipersulit untuk nikah dan akhirnya malah terjerumus dalam pacaran, pergaulan bebas, dan berbagai aktivitas haram lainnya... jadi mening nikah aja... halal lebih enak... hehehe...

 Ya, begitulah akhirnya silaturahim saya sama calon mertua. Calon mertua aja, karena pada saat yang bersamaan anaknya mah lagi naek gunung di bandung.

 Mudah-mudahan Allah masih beri kita kesempatan untuk bertemu dan bagi2 cerita yang lebih seru lagi ya... amiin....

 Wallahu alam...

Jumat, 12 Agustus 2011

Kenalan dulu ya...

Assalamu Alaikum Wr. Wb. 
Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah... Allahumma shali ala Muhammad wa ala ali Muhammad...

Banyak buku-buu yang tersebar saat ini dan diantaranya adalah buku-buku biografi. Ada yang menceritakan SBY, Obama, Ahmadinejad, Soeharto, Soekarno, dan masih banyak lagi. Isinya pun luar biasa. Banyak cerita-cerita yang bisa menginspirasi dan memotivasi bagi kita. Bahkan tidak jarang, setelah membaca buku-buku itu tiba-tiba kita kesetrum energi positif dari orang yang diceritakan. Beeeezzzzzz tiba-tiba kita kesetrum dan wah... jegggerrr.... langsung bisa beraktivitas dengan sueger dan jreng.... (kaya iklan multivitamin ya...)

Hahhh... kadang saya suka ngiri sama orang-orang besar itu. Saat kehidupan pribadinya justru bisa jadi motivasi dan inpirasi banyak orang. Padahal bisa jadi yang mereka lakukan hanya kehidupan normal ala mereka. Hidup normal menjdai diri sendiri apa adanya. Tapi hebatnya, kehidupan yang seolah-olah normal itu malah bisa menginspirasi orang banyak. Ngiri? jelas lah... Tapi masalahnya, siapa yang mau nulis biografi saya? Haha... mungkin terlalu pede kalau tiba-tiba datang ke penulis terus bilang, "Oom... mau nulis tentang diri saya ga?" yahhh... paling malah disuruh pulang... tapi gimana ya... emang udah jadi cita-cita mungkin ya... sudah tertalu dalam. Saya mau menginspirasi banyak orang, titik. Jadi ya akhirnya... berbekal seadanya saja saya coba buat tulisan-tulisan ini... dan mudah-mudahan banyak manfaatnya... amin...

Oya, perkenalkan nama saya Ijang Permana Sidik. Orang-orang biasa panggil saya Ijang atau Kang Ijang. Saya Anak ke tiga dari tiga bersaudara. Semuanya laki-laki. Jadi otomatis yang tercantik adalah ibu saya... love u mom... heheh... Saat ini saya mahasiswa tingkat akhir di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) jurusan teknologi pendidikan. Saya lahir tanggal 14 maret 1989. Jadi saat ini usia saya baru 22 tahun...

Saya menikah satu tahun lalu, tepatnya 26 Mei 2010. Saya menikah dengan adik kelas saya. Wanita tercantik yang pernah saya jumpai. Seorang yang cerdas berdiskusi. Yang setiap argumen-argumennya buat saya terkagum-kagum... udah ah, nanti orangnya ge er... Namanya Tetty. Tetty Hermawati. Ketika menikah dulu umur saya masih 21 tahun dan istri saya saat itu masih sangat muda, 19 tahun walaupun sebetulnya sudah mau 20 tahun, karena ulang tahun istri saya 4 hari setelah hari pernikahan kami. Jadi bisa dibilang, saya ini kado terindah buat istri saya... hehehe...

Di tengah-tengah aktivitas kuliah kami, Allah menganugerahlkan pada kami seorang anak lelaki. Saat ini usianya baru 2 bulan. Dia lahir tanggal 12 Juni Kemarin. Namanya Muhammad Kifah Abdullah Sidik. Si anak gendut yang lucu. waktu lahir beratnya 3,4 Kg (gede ya) dan sekarang di usianya yang baru 2 bulan beratnya sudah mencapai 6 Kg padahal berat segitu itu berat ideal buiat bayi 4 bulan... waduh... ck ck ck... hebat ni kifah...

Yah, begitulah sekilas tentang saya... Insya Allah kalau ada umur kita berjumpa lagi... Wassalamu alaikum Wr. Wb...