Senin, 05 Mei 2014

Kunjungan Orang Tua

Setelah sebelumnya berkunjung ke rumah calon mertua, maka tibalah saat yang lumayan formal. Yaitu kunjungan kedua orang tua saya ke rumah calon mertua. Tidak butuh waktu lama setelah kunjungan pertama saya ke rumah calon mertua, kurang lebih dua minggu setelahnya  datanglahlah saya sekeluarga untuk bersilaturahim. Istilah lainnya khitbah. Khitbah itu artinya mengingat, walaupun sebetulnya kami tidak membawa tambang, rapia, dan sebagainya untuk menguikat wehehehe... Maksudnya adalah untuk mengingat sang calon pengantin wanita. Diikat dengan sebuah janji bahwasanya wanita tersebut kelak akan dinikahkan dengan anak laki-laki dari keluarga yang datang.

Acaranya pun tidak belibet, cukup sederhana namun sangat berkesan. Dimulai dengan sambutan pihak keluarga lelaki. Disampaikanlah maksud kedatangan kami sekeluarga datang kemari yaitu untuk meminang putri sang pemilik rumah. Saya tak bisa berkata apa-apa selain menahan jantung saya agar tak copot di depan keluarga besar kami... haduh...

Inilah salah satu momen yang tidak bisa saya lupakan, tak kala sang calon mertua memanggil putri sulungnya. Lalu muncullah ia dari balik tirai yang membatasi ruang tamu dan ruang tengahnya. Saya pun hanya tertunduk menahan rasa malu, wajah memerah, lidah kelu, dan ah sudahlah... saya tak bisa berkata apa-apa.

"Gimana teh, mau nggak?" tanya ayahnya kepadanya.
Dengan perasaan malu, sambil tertunduk dia hanya mengangguk sedikit. Namun dibalik wajahnya yang tertunduk saya dapat melihat dengan jelas perasaan senangnya. Dia tidak bisa menyembunyikan itu. Subhanallah...


Lalu acara dilanjutkan dengan ramah-tamah, sambil membicarakan konsep pernikahan yang akan kami laksanakan kelak. Tidak banyak tuntutan, semuanya berjalan dengan lancar... kami pun sepakat untuk melangsugnkan walimatul ursy yang sederhana. Sederhana saja, tidak mewah-mewah. Dan akan dilaksanakan 2 minggu kemudian. 26 Mei 2010.